BAB I
Pendahuluan
Twitter merupakan layanan jejaring sosial yang menungkinkan penggunanya mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter yang kemudian dikenal sebagai kicauan (tweet).
1.1. Latar Belakang Masalah
Penggunaan internet bukanlah sesuatu hal yang sangat langka untuk kalangan tertentu baik dari aspek profesi, aspek pendidikan, aspek kebuyaan, dan masih banyak aspek lain. Hampir semua golongan masyarakat mengetahui dan menggunakan internet.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, internet menjadi sebuah keharusan yang digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Dengan bermodalkan komputer, laptop, ataupun handphone yang mendapatkan jaringan maka alat tersebut bisa menjadi jembatan untuk masyarakat menggunakan internet.
Dengan berkembangnya internet, maka banyak berkembang pula aplikasi yang berbasis sosial seperti twitter. Banyak masyarakat ramai-ramai menggunakan twitter begitupun masyarakat di Indonesia.
Pemakaian twitter itu sendiri menimbulkan sisi positif maupun sisi negatif bagi penggunanya.
1.2 Perumusan Masalah
Rumusan masalah dari tulisan ilmiah ini adalah apa saja penyebab dampak negatif dan hasil yang ditimbulkan dari dampak negatif tersebut
1.3 Tujuan Penulisan
Tulisan ilmiah ini dibuat dengan tujuan membahas apa saja penyebab dampak negatif dan hasil yang ditimbulkan, sehingga masyarakat luas terutama kalangan pelajar dapat menghindari dampak negatif tersebut
1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan mengacu pada situs yang relevan terhadap topik yang sedang dibahas
1.5 Sistematika Penulisan
Tulisan ilmiah ini terdiri dari tiga bab. Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Pada bab II berisi pembahasan penelitian. Pada bab III atau bab penutup berisi kesimpulan dan saran dari masalah tersebut
BAB II
Dampak Penyalahgunaan Twitter
2.1 Sejarah twitter
2.2 Faktor yang menjadikan Twitter disenangi oleh masyarakat
2.3 Pengaruh twitter
2.4 Penyalahgunaan twitter
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Rabu, 04 Desember 2013
KALIMAT EFEKTIF 2
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
KALIMAT EFEKTIF 1
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.984 pulau, Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
EYD
Dalam sebuah penulisan kita sering menemukan tanda baca itu sendiri. Penggunaan tanda baca dalam sebuah penulisan diperuntukan untuk memisahkan antar kalimat serta untuk memahami maksud kalimat itu sendiri. Untuk itulah perlu adanya penjelasan mengenai penggunaan tanda baca dalam penulisan dengan baik dan benar. Berikut adalah pedoman penulisan tanda baca
· Tanda titik (.)
1. Dipakai pada akhir kalimat
2. Dipakai untuk singkatan nama orang
3. Dipakai dalam akhir singkatan gelar
4. Dipakai untuk singkatan atau ungkapan yang bersifat umu
5. Dipakai untuk memisahkan jam, menit, ataupun detik
· Tanda koma (,)
1. Dipakai dalam unsur-unsur suatu perincian
2. Dipakai untuk pemisahan kalimat yang setara
3. Dipakai untuk pemisahan antara induk kalimat dan anak kalimat
4. Dipakai pada akhir kalimat atau ungkapan penghubung antar kalimat
5. Dipakai untuk penegasan kalimat langsung
6. Dipakai untuk memisahkan nama dalam daftar pustaka
· Tanda titik koma (;)
1. Dipakai dalam pemisahan kalimat yang setara atau sejenis
· Tanda titik dua (:)
1. Dipakai pada akhir kalimat jika disertai rangkaian
2. Dipakai dalam teks drama
3. Dipakai untuk menandakan perbandingan
· Tanda hubung (-)
1. Dipakai untuk penyambung kata ulang
2. Dipakai dalam perangkaian unsur bahasa indonesia dengan unsur bahasa asing
· Tanda tanya (?)
1. Dipakai untuk kalimat pertanyaan
· Tanda seru (!)
1. Dipakai untuk kalimat penegasan atau kalimat perintah
· Tanda petik (“..”)
1. Dipakai untuk mengapit kalimat langsung dari naskah
2. Dipakai dalam mengapit judul syair atau karangan
3. Dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang memiliki arti khusus
· Tanda garis miring (/)
1. Dipakai dalam nomor surat
2. Dipakai untuk tanda baca dalam penulisan matematika
· Tanda titik (.)
1. Dipakai pada akhir kalimat
2. Dipakai untuk singkatan nama orang
3. Dipakai dalam akhir singkatan gelar
4. Dipakai untuk singkatan atau ungkapan yang bersifat umu
5. Dipakai untuk memisahkan jam, menit, ataupun detik
· Tanda koma (,)
1. Dipakai dalam unsur-unsur suatu perincian
2. Dipakai untuk pemisahan kalimat yang setara
3. Dipakai untuk pemisahan antara induk kalimat dan anak kalimat
4. Dipakai pada akhir kalimat atau ungkapan penghubung antar kalimat
5. Dipakai untuk penegasan kalimat langsung
6. Dipakai untuk memisahkan nama dalam daftar pustaka
· Tanda titik koma (;)
1. Dipakai dalam pemisahan kalimat yang setara atau sejenis
· Tanda titik dua (:)
1. Dipakai pada akhir kalimat jika disertai rangkaian
2. Dipakai dalam teks drama
3. Dipakai untuk menandakan perbandingan
· Tanda hubung (-)
1. Dipakai untuk penyambung kata ulang
2. Dipakai dalam perangkaian unsur bahasa indonesia dengan unsur bahasa asing
· Tanda tanya (?)
1. Dipakai untuk kalimat pertanyaan
· Tanda seru (!)
1. Dipakai untuk kalimat penegasan atau kalimat perintah
· Tanda petik (“..”)
1. Dipakai untuk mengapit kalimat langsung dari naskah
2. Dipakai dalam mengapit judul syair atau karangan
3. Dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang memiliki arti khusus
· Tanda garis miring (/)
1. Dipakai dalam nomor surat
2. Dipakai untuk tanda baca dalam penulisan matematika
Rabu, 16 Oktober 2013
Tanda Baca
Dalam setiap tulisan terdapat banyak sekali tanda baca, hingga mampu membangun karakter penulisnya. Berikut ini tanda bahasa yang sudah disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Tanda (.) yang dipergunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat. Tanda koma (,) yang dipergunakan untuk unsur perincian dan pembilangan. Tanda titik dua (:) yang dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda penghubung (-) yang digunakan untuk menyambung kata unsur ulang. Tanda Pisah (–, —) yang digunakan untuk menyisipkan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus. Tanda elips (…) dipergunakan untuk kalimat yang terputus-putus. Tanda Tanya (?) yang digunakan untuk tanda akhir tanya. Tanda seru (!) dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan dan emosi yang sangat kuat. Tanda kurung ((…)) digunakan untuk mengapit keterangan dan penjelasan. Tanda petik (“…”) digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah. Tanda petik tunggal (‘…’) untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Tanda garing miring (/) di pakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Minggu, 13 Oktober 2013
Ragam Bahasa
Ragam menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah Varian. Ragam bahasa Indonesia adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Ragam bahasa dianggap sebagai ragam sangat baik yang biasa digunakan untuk kalangan pelajar dalam menulis karya ilmiah, surat. Adapun bahasa Indonesia dikenal dengan kosa kata baku dan kosa kata ragam baku. Kosa kata baku memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang biasa dijadikan tolak ukur ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi dalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum dan pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni dan teknologi.
Rabu, 02 Oktober 2013
Fungsi Bahasa Indonesia
Secara umum Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media komunikasi sesama bangsa Indonesia, lisan ataupun tulisan. Dengan bahasa kita bisa menjelaskan apa yang ingin kita sampaikan, apa yang ingin kita utarakan kepada lawan komunikan, kita bisa bertukar pikiran, bahkan menyamakan pikiran kita kepada sesama komunikan.
Langganan:
Postingan (Atom)