Sabtu, 11 Juli 2015

Perbedaan PSAK 24 “ IMBALAN KERJA”, Sebelum dan Sesudah Penerapan IFRS

A. PSAK 24 Imbalan Kerja
Imbalan kerja (employee benefits) adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan suatu entitas dalam pertukaran atas jasa yang diberikan oleh pekerja atau untuk pemutusan kontrak kerja. Secara umum PSAK 24 adalah mengatur pernyataan akuntansi tentang imbalan kerja di perusahaan. Latar belakang Penerapan PSAK 24 tentang Imbalan Kerja adalah: Undang-Undang Ketenagakerjaan (UUK) Nomor 13 Tahun 2003 mengatur secara umum mengenai tatacara pemberian imbalan-imbalan di perusahaan, mulai dari imbalan istirahat panjang sampai dengan imbalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Dilihat dari jenis imbalan kerja yang termasuk kedalam definisi imbalan kerja di PSAK-24 adalah sebagai berikut:
1. Imbalan Kerja Jangka Pendek, Yaitu imbalan kerja yang jatuh temponya kurang dari 12 bulan. Contoh dari Imbalan Kerja Jangka Pendek ini adalah; Gaji, iuran Jaminan Sosial, cuti tahunan, cuti sakit, bagi laba dan bonus (jika terutang dalam waktu 12 bulan pada periode akhir pelaporan), dan imbalan yang tidak berbentuk uang (imbalan kesehatan, rumah, mobil, barang dan jasa yang diberikan secara cuma-cuma atau memalui subsidi).
2. Imbalan Pasca Kerja, Yaitu imbalan kerja yang diterima pekerja setelah pekerja sudah tidak aktif lagi bekerja. Contoh dari Imbalan Pasca Kerja ini adalah : Imbalan Pensiun, Imbalan asuransi jiwa pasca kerja, imbalan kesehatan pasca kerja. Jika dikaitkan dengan penjelasan diawal tulisan ini, imbalan pasca kerja yang tercantum di perundangan ketenagakerjaan adalah; Imbalan Pensiun, Meninggal Dunia, Disability/cacat/medical unfit dan mengundurkan diri.
3. Imbalan Kerja Jangka Panjang, Yaitu imbalan kerja yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan. Contoh dari Imbalan Jangka Panjang ini adalah: Cuti besar/cuti panjang, penghargaan masa kerja (jubilee) berupa sejumlah uang atau berupa pin/cincin terbuat dari emas dan lain-lain.
4. Imbalan Pemutusan Kontrak Kerja (PKK), Yaitu imbalan kerja yang diberikan karena perusahan berkomitmen untuk: (1) Memberhentikan seorang atau lebih pekerja sebelum mencapai usia pensiun normal, atau (2) Menawarkan pesangon PHK untuk pekerja yang menerima penawaran pengunduran diri secara sukarela (golden shake hand). Imbalan ini dimasukan kedalam pernyataan PSAK-24, jika dan hanya jika perusahaan sudah memiliki rencana secara jelas dan detail untuk melakukan PKK dan kecil kemungkinan untuk membatalkannya.

Salah satu ketentuan di UUK adalah mengenai imbalan pasca kerja, yaitu imbalan yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan ketika karyawan sudah berhenti bekerja (pasca kerja = setelah kerja). Imbalan-imbalan Pasca Kerja tersebut secara akuntansi harus di cadangkan dari saat ini, karena imbalan-imbalan pasca kerja tersebut termasuk ke dalam salah satu konsep akutansi yaitu accrual basis. Ada 4 (empat) imbalan pasca kerja yang dihitung untuk di cadangkan dalam PSAK-24, yaitu:
1. Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Pensiun
2. Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Sakit Berkepanjangan/Cacat
3. Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Meninggal Dunia
4. Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Mengundurkan Diri
Keempat imbalan kerja di atas harus dihitung oleh perusahaan, karena ke-empat imbalan kerja tersebut termasuk dalam prinsip akutansi imbalan kerja yaitu on going concern(berkelanjutan).

Pada bulan Desember 2013 yang lalu, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia telah mengesahkan PSAK 24 (Revisi 2013). Pernyataan ini menggantikan PSAK 24 (2010) : Imbalan Kerja.PSAK 24 Revisi 2013 ini mengadopsi IAS 19 Revisi 2011 dan akan diterapkan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015. Adapun perbedaan terbesar dengan PSAK 24 (2010) adalah :
1. Pengukuran dan Asumsi : Tidak ada perubahan signifikan, tetapi asumsi diatur dengan lebih detil.
2. Pengakuan : Tidak ada lagi komponen perubahan Nilai Kini Kewajiban yang boleh diamortisasi atau ditangguhkan pengakuannya.
3. Penyajian : Restrukturisasi komponen Beban.
4. Pengungkapan yang lebih kompleks.

• Pada PSAK 24 Revisi 2010, masih terdapat dua komponen perubahan Nilai Kini Kewajiban yang (boleh) diamortisasi atau ditangguhkan pengakuannya dimana pada PSAK 24 Revisi 2013 sudah tidak diperbolehkan.

Pada PSAK 24 (2013), komponen beban dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu :
• Biaya Jasa (Service Cost)
• Bunga Neto atas Liabilitas (aset) imbalan pasti neto (Net Interest Income / Expense)
• Ukuran kembali dari liabilitas (aset) imbalan pasti neto (Reasurement)
Komponen-komponen beban pada versi PSAK 24 (2010) (misalnya Biaya Jasa Kini, Keuntungan/Kerugian Aktuaria, etc) akan dimasukkan ke dalam 3 bagian besar tersebut dan terdapat komponen biaya yang dilebur (misal Biaya Jasa Lalu dan Dampak kurtailmen, atau Biaya bunga dengan Hasil yang diharapkan dari aset program). Biaya Jasa dan Bunga Neto diakui seluruhnya pada Laba Rugi.

C. Dampak Penerapan Revisi PSAK 24 (2013)

   ​Dampak penerapan dapat dilihat dalam komponen “Biaya yang masih harus diakui/Unrecognized” dalam angka kewajiban, yaitu terdiri dari Biaya Jasa Lalu yang belum diakui (Unrecognized Past Service Cost) dan Keuntungan/ kerugian actuarial yang belum diakui (Unrecognized Actuarial Gain Loss). Pada saat menerapkan PSAK 24 (2013), maka komponen ini harus dikeluarkan dari angka kewajiban, sehingga angka kewajiban akan menjadi net antara Nilai Kini Kewajiban dikurangi Nilai Wajar Aset Program (jika ada).

D.  Basis Akrual (accrual basis) dan Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Ada dua konsep dasar yang disebut secara spesifikasi dalam rerangka konseptual IASC, antara lain :

a. Basis Akrual (accrual basis) Konsep ini menyatakan bahwa dalam menentukan laba  periodic dan posisi keuangan suatu unit usaha , akuntansi mendasarkan diri pada pengukuran dan  penandingan secara ekonomik pendapatan dan biaya  bukannya perbandingan biaya atas dasar kas masuk dan kas keluar (asas tunai).
Accrual basis, yang merupakan turunan dari accrual principle (prinsip akrual), merupakan metode dimana transaksi akuntansi dicatat pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat terjadinya arus kas.
Pada accrual basis, pendapatan diakui pada saat terjadi penjualan (sebelum kas diterima), dan biaya dicatat pada saat dikonsumsi (sebelum kas keluar )
b. Kelangsungan Usaha (Going Concern) Dalam konsep ini menjelaskan bahwa perusahaan akan terus berlanjut samapai waktu yang tidak ditentukan. Implikasi dari asumsi ini pada keadaan luar biasa, nilai laporan likuidasi untuk asset dan ekuitas adalah “pelanggaran” atas konsep ini. Hal ini disebabkan konsep kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa  perusahaan akan mampu mempertahankan kegiatan usahanya dalam jangka panjang dan tidak untuk dilikuidasi dalam jangka pendek. Oleh karenanya penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya

Sumber :
http://keuanganlsm.com/psak-24-mengenai-imbalan-kerja/
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED_PSAK_24_2013-2013-JULI-23.pdf
https://daholi4tengku.files.wordpress.com/2011/07/perbandingan-antara-ifrs-dengan-psak-qv1.pdf
https://planetakuntansi.wordpress.com/category/teori-akuntansi/
http://www.academia.edu/5467876/TUGAS_TEORI_AKUNTANSI_Konsep_dasar
http://akuntansi354.blogspot.com/2013/02/asumsi-dasar-penyusunan-laporan-keuangan.html

Akuntansi Internasional dipandang dari Sudut Pandang Sejarah dan Sudut Pandang Kontemporer

Akuntansi merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang menjadi penggerak ekonomi dalam masyarakat. Akuntansi menyediakan informasi melalui beberapa proses seperti pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaaan yang berkenaan dengan aktivitas ekonomi yang dapat menghasilkan informasi secara andal. Akuntansi sudah dikenal secara internasional hingga beberapa negara memiliki peraturan sendiri untuk mengatur perlakuan akuntansi itu menjadi sistem yang sah dimata duniadan agar tidak ada penyimpangan.
Pemahaman terhadap dimensi internasional tersebut merupakan suatu yang penting bagi mereka yang ingin mengelola usaha dengan melintasi batas-batas negara. tidak adanya sekat antarnegara membuat kemudahan bagi pengelola bisnis, selain itu kebergantungan pemasok internasional yang menuntut untuk menekan biaya produksi dan berupaya untuk selali bersaing secara global.
Akuntansi Internasional didefinisikan sebagai akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingdan prinsip di negara-negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai Standar akuntansi. Peningkatan perdagangan internasional bisa memfasilitasi perluasan pergerakan barang dan jasa serta meningkatkan efisien penggunaan sumber-sumber ekonomi. Beberapa karakteristik era ekonomi global:
a) Bisnis internasional
b) Hilangnya batasan-batasan antarnegara
c) Ketergantungan pada perdagangan internasional
            Di era globalisasi yang sangat cepat dengan kemajuan teknologi, aktivitas pasar modal pun dituntut untuk setara dalam memberi kemampuan menghasilkan informasi. Akuntansi adlaah hal yang dilihat dalam memainkan peran untuk menghasilkan informasi, yang berguna bagi pihak internal maupun pohak eksternal. Tujuan dari akuntansi adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan dalam mengambil keputusan ekonomi. akuntansi internasional mempunyai peran yang sangat kompleks, dimana ruang lingkup pelaporannya ialah perusahaan yang multinasional dengan operasi dan transaksi lintas negara dengan kewajiban pelaporannya terhadapu pengguna pelaporan lain.
Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik era ekonomi global:
a) Bisnis internasional.
b) Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
c) Ketergantungan pada perdagangan internasional
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikuk ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunla. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (doithfe-entru Lookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaaa akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari negam-negah kota di Italia pada abad ke-14 dan 15.
Perkernbangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. ”Pembukuan Italia” kemudian berilih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik.
Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. Perkembangan Inggris Raya menciptakan kebutuhan yang tak terelakkan lagi bagi kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial mereka yang akan diperiksa ulang dan diverifikasi.
Kebutuhan-kebutuhan ini menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tahun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an. Paktik akuntansi laggris memyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada waktu itu.
SUDUT PANDANG SEJARAH
1. Double entry bookkeeping (lucapacioli) Italia (selanjutnya ke persemakmuran Inggris termasuk AS)
2. Model Akuntansi Belanda àdiimpor ke Indonesia
3. Perkembangan Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis)
4. Seiring perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi semakin menjadi
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.
Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para pengguna maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia semakin intensif dilakukan.
SUDUT PANDANG KONTEMPORER
1. Adanya usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional
2. Pengendalian Modal
3. Valuta Asing
4. Investasi asing langsung
5. Liberalisasi transaksi
6. Privatisasi perusahaan pemerintah (untuk pengurangan pengendalian valas dan pembatasan investasi lintas batas)
7. Kemajuan dalam teknologi informasi
Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional.
Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertical tidak lagi menjadi bukti model operasibyang efisien. Hubungan informasi, secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialihkontrakkan kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi karakter hubunngan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.
Sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendlian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
Sudah merupakan hal yang umum diketahui masyarakat bahwa globalisasi merupakan suatu proses yang mampu membuat biasnya batas wilayah suatu negara dengan negara lain. Walaupun banyak definisi yang masih belum pasti karena tingginya tingkat kompleksitas istilah tersebut, namun kehadiran globalisasi tidak dapat terelakkan.
Pada mulanya, perdagangan hanya berjalan secara domestik guna memajukan perekonomian nasional masing-masing negara. Namun adanya globalisasi menawarkan solusi baru yang mampu memunculkan perdagangan lintas wilayah, salah satunya melalui Multinational Corporation (MNC) atau biasa dikenal dengan perusahaan multinasional. Dalam perkembangannya, MNC memberikan berbagai manfaat guna memajukan perekonomian internasional. Hal tersebut kemudian menjadikan MNC sebagai agensi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Ekonomi Politik Internasional.
Salvatore dalam buku ‘Ekonomi Internasional’ menjelaskan bahwa MNC merupakan badan usaha yang memiliki, mengendalikan, dan atau mengelola fasilitas-fasilitas produksi yang tersebar disejumlah negara. Melalui definisi tersebut dapat dilihat bahwa MNC merupakan suatu perusahaan dengan skala internasional dengan pendapatan besar yang memiliki wilayah operasi lebih dari satu negara. Lebih lanjut, MNC tercatat mampu menguasai lebih dari 20% output dunia dengan nilai transaksi perdagangan mencapai 25% dari keseluruhan transaksi perdagangan manufaktur dunia.
Terdapat beberapa alasan mengapa MNC memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan EPI, yakni semakin majunya teknologi informasi di host industry, banyaknya industri yang memanfaatkan sains dalam memajukan perusahaannya, bermunculan industry baru yang menyebabkan adanya eksplorasi sumber daya alam untuk mendapatkan bahan mentah (raw materials), kemajuan transportasi sebagai integrasi baru pasar global, dan yang terakhir adanya peran negara dalam menstimulasi pertumbuhan perusahaan-perusahaan skala global (Magdoff, 1987:167).
Pasca abad 19 perusahaan di dunia tertarik untuk melakukan investasi luar negeri (foreign investment). Selain sebagai perluasan strategi pemasaran, juga dapat digunakan sebagai penyebaran pengaruh kekuatan yang dapat menguntungkan pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan di paragraf sebelumnya, bahwa MNC merupakan bentuk evolusi yang logis dari perusahaan kapitalis. Oleh sebab itu, biasanya MNC diidentikkan dengan negara-negara kapitalis, seperti Amerika Serikat. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti adanya sistem ekonomi Bretton Woods System yang membuat para pihak swasta di Amerika Serikat mulai merambah dunia bisnis, kekuatan Amerika Serikat sebagai negara hegemoni, pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dengan pesat mampu diaplikasikan oleh Amerika Serikat, serta kemampuannya untuk menjamin distribusi MNC di Amerika Serikat, mampu membuat perusahaan MNC menjadikan AS sebagai pemilik modal kapital yang besar di perusahaannya (Magdoff, 1978:171).
Pasca Perang Dunia II, MNC mampu membuktikan eksistensi dirinya melalui kemajuan industri perusahaannnya (Magdoff, 1978:170). Ditengah genggaman kapitalis, MNC terus melaju pesat dengan tujuan maksimalisasi profit. MNC sebagai bentuk investasi dalam tingkat internasional, mencoba memainkan peranannya di tiap-tiap negara yang kenyataannya mampu menarik minat negara-negara kapitalis di dunia untuk memainkan peran di dalamnya.
Pangsa pasar tiap-tiap negara dibuka selebar-lebarnya untuk memajukan jalur perdagangan internasional dan memberikan kesempatan para MNC untuk turut berperan dalam ekonomi politik internasional. Beberapa MNC bahkan dikenal memiliki nilai tersendiri bagi suatu negara, seperti halnya Volkswaygen yang berasal dari Jerman dan Toyota yang berasal dari Jepang. Kedua perusahaan otomotif raksasa tersebut bahkan mampu menunjukkan kredibilitasnya di pasar Amerika Serikat dengan persaingan yang sangat ketat. Dengan demikian semakin jelas terlihat bahwa MNC mampu menjangkau skala global dengan aktivitas produksi yang semakin meningkat.
MNC juga berhasil membuktikan pengaruhnya dalam perkembangan ekonomi internasional yang digunakan negara-negara kapitalis sebagai kekuatan dalam stabilitas negaranya. Kompetisi yang semakin ketat menjadikan celah persaingan semakin rumit di antara negara-negara kapitalis. Kompetisi tersebut tidak hanya terjadi diantara MNC itu sendiri, melainkan juga melibatkan nation-state. Dalam hal ini, MNC dituntut untuk mampu menguasai lingkungan nation-state agar perusahaannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Dengan stabilnya politik dan ekonomi di suatu negara maka akan memudahkan operasi suatu MNC dalam meraup keuntungan maksimal (Magdoff, 1978:180).
Namun dibalik berbagai dampak positif yang dihasilkan oleh keberadaan MNC, disisi lain terdapat pula dugaan akan dampak negatif oleh adanya MNC, seperti halnya berkurangnya kedaulatan nation state. Kekuatan ekonomi dan politik yang dimiliki oleh MNC tersebut dapat dengan mudah mempengaruhi keputusan negara dalam mengambil kebijakan-kebijakan publik. Spekulasi lain muncul dengan adanya kemampuan lobi para birokrat untuk memenuhi tujuan utama perusahaan tersebut melalui penciptaan undang-undang. Dengan demikian, berbagai peraturan perundangan di suatu negara juga dapat dikatakan tergantung dari eksistensi MNC. Namun bagaimanapun perlu ditegaskan kembali bahwa orientasi utama MNC tetap berada pada maksimalisasi profit. Oleh sebab itu, melalui berbagai bentuk negosiasi dan kerjasama yang dilakukannya, orientasinya tetaplah untuk memajukan perusahaannya sendiri. Hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk sifat dasar lingkungan sistem ekonomi internasional yang kapitalis (Magdoff, 1978:188).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan multinasional hadir karena globalisasi yang menyebabkan biasnya batas wilayah tiap negara. Walaupun bukan dalam arti yang harfiah, namun bagaimanapun, batas-batas tersebut seolah tak terlihat dengan berbagai aktivitas perdagangan internasional yang marak terjadi. Dalam beberapa hal, MNC menciptakan peluang yang besar dalam usaha perbaikan kesejahteraan bangsa. Namun dengan orientasi maksimalisasi profit yang ada, menjadikan kehadiran MNC juga tidak lantas serta merta diberikan kebebasan untuk masuk ke sendi-sendi perekonomian tiap negara.
Berbagai transfer teknologi dan informasi nyatanya mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih baik, namun juga tantangan lain muncul dengan melemahnya keadulatan nation-state. Peran negara dalam ekonomi politik internasional tidak lagi bersifat tunggal, namun juga dipengaruhi oleh kekuatan MNC. Berbagai peraturan perundangan juga diciptakan guna mengatur eksistensi MNC di suatu negara. Oleh sebab itu akan lebih baik apabila kekuatan MNC di suatu negara tidak jauh lebih besar terhadap kekuatan pemerintah itu sendiri.
Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdangan luar negeri. Kegiatan ini yang berakar dari masa lampau, akan terus berlanjut. Isu akuntansi utama yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi mata uang asing. Bisnis internasional saat ini semakin berhubungan dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi dari luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimilki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.
Operasi yang dilaksanakan diluar negeri membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mreka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan didalam wilayah suatu negara. Prinsip pelaporan keuangan nasional dapat berbeda secara signifikan dari suatu negara ke negara lain karena prinsip-prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh lingkungan sosial ekonomi yang berbeda. Selain itu terdapat pilihan kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi akun-akun luar negri ke dalam suatu mata uang pelaporan.
Manajer keuangan dan akuntan juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasional, memahami pengaruh nilai tukar dan tinkat inflasi merupakan hal penting, memilki pengetahuan mengenai hukum pajak dan nilai mata uang untuk usaha yang beroperasi dilebih suatu negara.






DAFTAR PUSTAKA
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.
emmy.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17734/bab+1.ppt
http://nayli0232.blogspot.com/2012/01/resume-bab-i-bab-ii-akuntansi.html
https://claudiapaskah.wordpress.com/2013/04/13/bab-i-pendahuluan-akuntansi-internasional/
https://masyari91.wordpress.com/2012/03/16/sejarah-atau-perkembangan-akuntansi-internasional/
http://akuntansiinternasional.blogspot.com/2010/12/akuntansi-internasional.html
http://rena-y-a-fisip09.web.unair.ac.id/artikel_detail-48998-Umum-Perusahaan%20Multinasional%20sebagai%20Agensi%20dalam%20Ekonomi%20Politik%20Internasional%20%28EPI%29.html
http://citraayuananda.blogspot.com/2014/04/akuntansi-internasional-pendahuluan.html
https://agrma.wordpress.com/2014/04/18/akuntansi-internasional-standar-akuntansi-negara-jepang-dan-8-faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-akuntansi-internasional/


Kamis, 05 Juni 2014

Something We Can and Can’t Do or Should and Shouldn’t

 Something We Can and Can’t Do or Should and Shouldn’t

1.      Library
·         You can read a book
·         You aren’t allowed to bring food and drink
·         You should bring your task
·         You aren’t supposed to make noisy

2.      Museum
·         You are permitted to look the antique furniture
·         You can’t break down the antique statue
·         You are expected to came with your family
·         You shouldn’t lost your teacher

3.      Restaurant
·         You can take a picture of food
·         You aren’t allowed to bring your pet
·         You should bring your money
·         You aren’t supposed to running inside the restaurant

4.      Tram
·         You are permitted to buy something in tram
·         You can’t sit down in front of door
·         You are expected to keep silent
·         You shouldn’t lost your ticket

5.      Park
·         You can sit down in chair
·         You aren’t allowed to keep off in grass
·         You should bring your bicycle
·         You aren’t supposed to put off rubbish

Articles

In the following sentences supply the articles (a, an or the) if they are necessary. If no article is necessary, write Ø.
1.       Jason’s father bought him a bicycle that he had wanted for his birthday.
2.       The Statue of Liberty was a gift of friendship from Ø France to The United States.
3.       Rita is studying an English and Ø math this semester.
4.       Please give me a cup of Ø coffee with Ø cream and Ø sugar.
5.       When you go to the store, please buy a bottle of Ø chocolate milk and Ø dozen oranges.
6.       John and Mercy went to Ø school yesterday and then studied in a library before returning home.
7.       What did you eat for Ø breakfast this morning ?
8.       While we were in Ø Alaska, we saw an Eskimo village.
9.       On our trip to Ø Spain, we crossed The Atlantic Ocean.
10.   Phil cannot go to Ø movies tonight because he has to write an essay.

Fill in the blanks with the appropriate form of other.
1.     This pen isn’t working. Please give me another
2.     If you’re still thirsty, I’ll make another pot of coffee.
3.    This dictionary has a page missing. Please give me another
4.    He doesn’t need those books. He needs the others
5.    There are thirty people in the room. Twenty are from Latin America and the others are from others countries.
6.    Six people are in the store. Two were buying meat. Others was looking at magazines. Others was eating a candy bar. The others were walking around looking for more food.
7.    This glass of milk is sour. Another glass of milk is sour too.
8.    The army was practicing its drills. One group was doing artillery practice. Another was marching; another was at attention; and the other was practicing combat tactics.
9.     There are seven students from Japan. Others are from Iran, and the others are from others places.
10. We looked at cars today. The first two we far too expensive, but the other ones were reasonably priced.

Selasa, 18 Maret 2014

Personal Describtion

Hai, let me introduce myself, my name is Iqra Nur Rizky Anggawiria, but you can call me Iqra.  I lived in Kranggan Permai, Kasuari Raya Street AS 1 no 6, Bekasi. My father is a navy and my mother is just a housewife. I have two brothers. The older one is a dentist, the younger one is a college student at Paramadina University, he is majoring International Relation. I am studying in Gunadarma University majoring Accounting. My hobby is studying, reading some books and listening to music. I want to become a leader in the future such as leader of my family. I have plan to do in short time, I want to continue my study to master of Accountant.

Kamis, 06 Februari 2014

MEMBUAT PARAGRAF DRAFT KARANGAN ILMIAH


Pengaruh Ekstrakurikuler Paduan Suara Terhadap Nilai Seni Musik kelas X Di SMA Nasional I Bekasi

Setiap sekolah memiliki ekstrakurikuler yang beragam seperti Futsal, Basket, Paskibra, Paduan Suara, dll.  Dalam tulisan ini penulis ingin menguji adakah pengaruh ekstrakurikuler Paduan Suara terhadap nilai seni musik kelas X di SMA Nasional I Bekasi.  Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah membandingkan nilai siswa kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler Paduan Suara dan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler Paduan Suara terhadap nilai seni musik di SMA Nasional I Bekasi.

MEMPERBAIKI DRAFT KARANGAN ILMIAH


BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
       Setiap sekolah memiliki ekstrakurikuler yang beragam seperti Futsal, Basket, Paskibra, Paduan Suara, dan lain-lain.  Beberapa ekstrakurikuler ada yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, Salah satunya adalah paduan suara.
1.2 Batasan Masalah
      Siswa kelas X yang mengikuti dan yang tidak mengikuti ekstrakurikuler paduan suara.

1.3 Rumusan Masalah
      Pengaruh ekstrakurikuler paduan suara terhadap nilai seni musik kelas X di SMA Nasional I

1.4 Tujuan Penelitian
      Untuk mengetahui pengaruh ekstrakurikuler paduan suara terhadap nilai seni musik

 1.5 Metode Penelitian
       Penelitian Kausal-Komparatif
                    

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengaruh ekstrakurikuler paduan suara terhadap nilai seni musik

      Beberapa siswa yang mengikuti paduan suara biasanya mendapatkan nilai baik dalam pelajaran seni musik, mereka yang memiliki keahlian dalam bernyanyi ini akan sering tampil dalam berbagai acara dan membawa nama baik sekolah, diduga ada pengaruh terhadap nilai seni musiknya dibanding siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler paduan suara.
           

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Adanya pengaruh nilai seni musik yang baik oleh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler paduan suara, namun tidak sedikit juga siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler paduan suara mendapatkan nilai yang baik.

3.2 Daftar pusaka

MEMBUAT DRAFT KARANGAN ILMIAH

Contoh draft karangan ilmiah:

Pengaruh Ekstrakurikuler Paduan Suara Terhadap Nilai Seni Musik kelas X Di SMA Nasional I Bekasi

Setiap sekolah memiliki ekstrakurikuler yang beragam seperti Futsal, Basket, Paskibra, Paduan Suara, dll.  Dalam tulisan ini penulis ingin menguji adakah pengaruh ekstrakurikuler Paduan Suara terhadap nilai seni musik kelas X di SMA Nasional I Bekasi.  Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah membandingkan nilai siswa kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler Paduan Suara dan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler Paduan Suara terhadap nilai seni musik di SMA Nasional I Bekasi.

MEMBERIKAN KUTIPAN DAN DAFTAR PUSAKA PADA BAB PENDAHULUAN


Kutipan Langsung


PEMBUATAN WEBSITE  PARIWISATA KEPULAUAN SERIBU

Ruang lingkup penulisan ini membahas bagaimana mempromosikan pariwisata yang berada di Kepulauan Seribu melalui media social internet yang bertujuan menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. Website dapat diakses melalui komputer, BlackBerry, Android, iPhone atau iPad, Tab dan semua gadget yang mendukung internet browser.

                                           Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Administrasi_Kepulauan_Seribu
http://wisatapulaupari.com/
http://www.wisata-pulautidung.com/
http://www.pulaumacan.com/
http://www.pulau-umang.com/

Rabu, 04 Desember 2013

PERENCANAAN PENULISAN KARANGAN ILMIAH DAN KERANGKA KARANGAN

BAB I
Pendahuluan

Twitter merupakan layanan jejaring sosial yang menungkinkan penggunanya mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter yang kemudian dikenal sebagai kicauan (tweet).


1.1. Latar Belakang Masalah
Penggunaan internet bukanlah sesuatu hal yang sangat langka untuk kalangan tertentu baik dari aspek profesi, aspek pendidikan, aspek kebuyaan, dan masih banyak aspek lain. Hampir semua golongan masyarakat mengetahui dan menggunakan internet.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, internet menjadi sebuah keharusan yang digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Dengan bermodalkan komputer, laptop, ataupun handphone yang mendapatkan jaringan maka alat tersebut bisa menjadi jembatan untuk masyarakat menggunakan internet.
Dengan berkembangnya internet, maka banyak berkembang pula aplikasi yang berbasis sosial seperti twitter. Banyak masyarakat ramai-ramai menggunakan twitter begitupun masyarakat di Indonesia.
Pemakaian twitter itu sendiri menimbulkan sisi positif maupun sisi negatif bagi penggunanya.

1.2 Perumusan Masalah
Rumusan masalah dari tulisan ilmiah ini adalah apa saja penyebab dampak negatif dan hasil yang ditimbulkan dari dampak negatif tersebut

1.3 Tujuan Penulisan
Tulisan ilmiah ini dibuat dengan tujuan membahas apa saja penyebab dampak negatif dan hasil yang ditimbulkan, sehingga masyarakat luas terutama kalangan pelajar dapat menghindari dampak negatif tersebut

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan mengacu pada situs yang relevan terhadap topik yang sedang dibahas

1.5 Sistematika Penulisan
Tulisan ilmiah ini terdiri dari tiga bab. Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Pada bab II berisi pembahasan penelitian. Pada bab III atau bab penutup berisi kesimpulan dan saran dari masalah tersebut


BAB II
Dampak Penyalahgunaan Twitter

2.1 Sejarah twitter
2.2 Faktor yang menjadikan Twitter disenangi oleh masyarakat
2.3 Pengaruh twitter
2.4 Penyalahgunaan twitter

Bab III
Penutup

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran




KALIMAT EFEKTIF 2

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

KALIMAT EFEKTIF 1

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.984 pulau, Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.

Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

EYD

Dalam sebuah penulisan kita sering menemukan tanda baca itu sendiri. Penggunaan tanda baca dalam sebuah penulisan diperuntukan untuk memisahkan antar kalimat serta untuk memahami maksud kalimat itu sendiri. Untuk itulah perlu adanya penjelasan mengenai penggunaan tanda baca dalam penulisan dengan baik dan benar. Berikut adalah pedoman penulisan tanda baca
·         Tanda titik (.)
1.    Dipakai pada akhir kalimat
2.    Dipakai untuk singkatan nama orang
3.    Dipakai dalam akhir singkatan gelar
4.    Dipakai untuk singkatan atau ungkapan yang bersifat umu
5.    Dipakai untuk memisahkan jam, menit, ataupun detik

·         Tanda koma (,)
1.    Dipakai dalam unsur-unsur suatu perincian
2.    Dipakai untuk pemisahan kalimat yang setara
3.    Dipakai untuk pemisahan antara induk kalimat dan anak kalimat
4.    Dipakai pada akhir kalimat atau ungkapan penghubung antar kalimat
5.    Dipakai untuk penegasan kalimat langsung
6.    Dipakai untuk memisahkan nama dalam daftar pustaka

·         Tanda titik koma (;)
1.    Dipakai dalam pemisahan kalimat yang setara atau sejenis

·         Tanda titik dua (:)
1.    Dipakai pada akhir kalimat jika disertai rangkaian
2.    Dipakai dalam teks drama
3.    Dipakai untuk menandakan perbandingan

·         Tanda hubung (-)
1.    Dipakai untuk penyambung kata ulang
2.    Dipakai dalam perangkaian unsur bahasa indonesia dengan unsur bahasa asing

·         Tanda tanya (?)
1.    Dipakai untuk kalimat pertanyaan

·         Tanda seru (!)
1.    Dipakai untuk kalimat penegasan atau kalimat perintah

·         Tanda petik (“..”)
1.    Dipakai untuk mengapit kalimat langsung dari naskah
2.    Dipakai dalam mengapit judul syair atau karangan
3.    Dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang memiliki arti khusus

·         Tanda garis miring (/)
1.    Dipakai dalam nomor surat
2.    Dipakai untuk tanda baca dalam penulisan matematika

Rabu, 16 Oktober 2013

Tanda Baca

Dalam setiap tulisan terdapat banyak sekali tanda baca, hingga mampu membangun karakter penulisnya.  Berikut ini tanda bahasa yang sudah disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Tanda (.) yang dipergunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat. Tanda koma (,) yang dipergunakan untuk unsur perincian dan pembilangan. Tanda titik dua (:) yang dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda penghubung (-) yang digunakan untuk menyambung kata unsur ulang. Tanda Pisah (–, —) yang digunakan untuk menyisipkan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus. Tanda elips (…) dipergunakan untuk kalimat yang terputus-putus. Tanda Tanya (?) yang digunakan untuk tanda akhir tanya. Tanda seru (!) dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan dan emosi yang sangat kuat. Tanda kurung ((…)) digunakan untuk mengapit keterangan dan penjelasan. Tanda petik (“…”) digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah. Tanda petik tunggal (‘…’) untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Tanda garing miring (/) di pakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.

Minggu, 13 Oktober 2013

Ragam Bahasa

Ragam menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah Varian. Ragam bahasa Indonesia adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Ragam bahasa dianggap sebagai ragam sangat baik yang biasa digunakan untuk kalangan pelajar dalam menulis karya ilmiah, surat. Adapun  bahasa Indonesia dikenal dengan kosa kata baku dan kosa kata ragam baku. Kosa kata baku memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang biasa dijadikan tolak ukur ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi dalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum dan pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni dan teknologi.

Rabu, 02 Oktober 2013

Fungsi Bahasa Indonesia

Secara umum Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media komunikasi sesama bangsa Indonesia, lisan ataupun tulisan.  Dengan bahasa kita bisa menjelaskan apa yang ingin kita sampaikan, apa yang ingin kita utarakan kepada lawan komunikan, kita bisa bertukar pikiran, bahkan menyamakan pikiran kita kepada sesama komunikan.

Peranan Bahasa Indonesia

Setiap negara memiliki bahasanya masing-masing, adapun beberapa negara yang menggunakan bahasa negara lain bahkan mencampur bahasa negara tersebut dengan bahasa negara lain.  Namun, berbeda dengan Indonesia yang memiliki bahasa sendiri yaitu Bahasa Indonesia.  Bahasa Indonesia berperan sama dengan bahasa-bahasa negara lain yaitu untuk mempersatukan bangsa dengan komunikasi bahasa, sebagai dasar utama bahasa, sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu.

Senin, 27 Mei 2013

Penyelesaian Sengketa Ekonomi


Bab 14
Penyelesaian Sengketa Ekonomi

Ekonomi juga berbicara behavior atau sifat manusia. Contoh kasus sengketa pulau China dan Jepang
Jika berbicara tentang ekonomi mungkin yang terbayang oleh kita adalah kelangkaan sebagai masalah dasar munculnya ekonomi, produksi yaitu proses menciptakan nilai guna suatu barang, ataupun jika berbicara lebih ke cakupan lebih luas (makro) maka yang sering kita dengar ketika berbicara ekonomi adalah inflasi, produk domestik bruto (PDB), pengangguran, ataupun kemiskinan. tetapi sebenarnya lebih dari sebuah rumus pendapatan nasional suatu negara, ataupun keuntungan maksimum sebuah perusahaan, ekonomi berbicara tentang behave atau sifa alamiah seorang manusia, bagaimana bisa seperti itu?

Dalam tulisan saya sebelumnya di blog ini "manusia bereaksi terhadap insentif" dipaparkan secara jelas salah satu prinsip dasar ekonomi ialah bereaksi insentif, lebih jelasnya bisa dibaca sendiri. berbicara tentang behave atau sifat manusia salah satunya ialah rasa bersolidaritas antar sesama Secara sederhana, fenomena solidaritas menunjuk pada suatu situasi keadaan hubungan antar individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Secara sederhana, fenomena solidaritas menunjuk pada suatu situasi keadaan hubungan antar individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama lalu apa hubunganya sifa manusia berbentuk solidaritas dengan ekonomi? akan ada jika melihat contoh kasus sengketa pulau antara China dan Jepang dalam seminggu terakhir ini.

Permasalahan ini bermula ketika Beijing dan Tokyo mengklaim gugusan pulau di Laut China Selatan dan ketegangan semakin meningkat sejak Tokyo mengumumkan pihaknya akan membeli gugusan pulau tersebut dari pemilik swasta Jepang, sebuah tindakan yang Beijing sebut dengan pelanggaran kedaulatannya. Puncak dari sengketa pulau ini adalah unjuk rasa dari para masyarakat China menolak semua barang dari jepang, rasa solidaritas dalam bentuk kecintaan terhadap negara yang menggerakan mereka untuk melakukan protes, dan benar saja akibat protes anti produk jepang ini melemahkan perdagangan Jepang karena produk industri otomotif mereka merupakan seperti Toyota,Honda, Nissan merupaka mitra dagang yang besar untuk China FYI China adalah mitra dagang terbesar Jepang, nilai perdagangan kedua negara adalah sekitar 20 persen dari total perdagangan mancanegara Jepang. Lalu pasti pernah mendengar istilah mengambil kesempatan dalam kesempitan? dalam sengketa ini korea selatan mengambil keuntungan atas protes anti produk jepang dalam hal ini monil, karena menurut laporan Hyundai Motor Co laba kuartal ketiga naik 13 persen karena manfaat dari protes anti-Jepang di China. Selain itu krisis Eropa juga membawa keuntungan karena membuat minicar i10 laku keras. Dalam laporan resmi yang dipublikasikan Hyundai di Seoul, Korea Selatan, Kamis 25 Oktober, laba bersih kuartal ketiga naik menjadi 2,17 triliun won atau sekitar Rp19 triliun dari 1,92 triliun (Rp16,6 triliun) pada tahun sebelumnya. Interesting ? melihat bagaimana sifat alamiah manusia berpengaruh terhadap tindakan ekonominya?

http://curiousandi.blogspot.com/2012/11/ekonomi-juga-berbicara-behavior-atau.html

Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat


Bab 13
Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

YLKI: Batavia Air Pailit karena Persaingan Tidak Sehat
Jakarta - Batavia Air diputuskan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Rabu (30/1) lalu dan dihentikan beroperasi. Hal ini timbul akibat lemahnya pengawasan industri penerbangan Indonesia yang menyebabkan persaingan menjadi tidak sehat.

"Harus ada semacam audit total terhadap kesehatan penerbangan di Indonesia. Lihat kasus Adam Air, Batavia Air pailit karena ada persaingan tidak sehat," kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pada detikcom, Kamis (31/1/2013).

Indikasi persaingan tidak sehat tersebut dikarenakan jumlah calon penumpang dengan potensi penumpang yang ada dan perusahaan penerbangan yang saling memperebutkan para penumpang. Perizinan pengelolaan penerbangan juga dinilai terlalu lemah.

"Indikasinya antara jumlah calon penumpang, potensi jumlah penumpang yang ada, dan jumlah pemain yang merebutkan itu. Ini juga bidang perizinan pengelola penerbangan itu sendiri, terlalu longgar, sehingga itu secara pondasi ekonomi mereka rapuh," ujar Tulus.

Tulus menilai tidak ada yang salah saat izin penerbangan diterbitkan. Namun upaya perusahaan dalam memperebutkan hati konsumen membuat persaingan yang keras.

"Berangkat dari perizinannya, kan nggak salah ketika izin dikeluarkan, tapi ketika jor joran kan persaingannya tidak sehat. Pasti ada yang kalah dan seterusnya. Ini yang saya kira konteks makronya seperti itu. Sama seperti industri telekomunikasi, tapi dalam penerbangan ini kan padat modal teknologi dan regulasi demi keamanan," ujar Tulus.

Terkait nasib para calon penumpang Batavia Air yang telah memegang tiket untuk penerbangan beberapa minggu ke depan, YLKI akan mengambil sikap dengan mengadakan konferensi pers dikantor mereka Jumat (1/2) pagi nanti.

"YLKI akan press conference dan mendeklarasikan mendampingi konsumen Batavia Air melakukan pembelaan. Di YLKI pukul 09.30 WIB," tutup Tulus.

http://news.detik.com/read/2013/02/01/043030/2158210/10/?nd772204topnews

Perlindungan Konsumen


Bab 12
Perlindungan Konsumen

Hakim Gugat Lion Air Rp 11 Miliar
Beritabali.com, Denpasar. Gara-gara penerbangan ditunda alias delay, maskapai penerbangan Lion Air digugat oleh salah satu hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Denpasar, IGB Komang Wijaya Adhi.

Kuasa Hukum Wijaya Adhi, Sthuti Mandala menyampaikan, dalam gugatanya, pihaknya menuntut ganti rugi materiil kepada Lion Air sebesar Rp 45 juta serta immateriil Rp 11 miliar.  saat ini perkara ini masih dalam tahap mediasi dengan mediator I Putu Suwika.

Lebih lanjut Sthuti Mandala memaparkan kasus ini berawal dari kliennya mendapat undangan dari Tjokro Group untuk mengikuti seminar. Dimana dalam acara itu kliennya ditunjuk sebagai pembicara (moderator) yang diselenggarakan selama tiga hari mulai pada 14-16 Oktober 2011. Selama menjadi moderator kliennya akan diberikan honor Rp 45 juta.

“Untuk mengikuti kegiatan ini, penggugat sudah mempersiapkan diri hampir enam bulan,” ujar Sthuti Mandala.

Karena penggugat merupakan pelanggan setia pesawat Lion Air maka setiap berangkat ke Jakarta penggugat menggunakan pesawat Lion Air, termasuk dalam acara seminar tersebut.  Setelah beberapa lama menunggu waktu keberangkatan penerbangan Lion Air flight No JT 0033 yang ditetapkan oleh tergugat yaitu jam 18.45, ternyata pesawat belum juga terbang. Atas kejadian ini penggugat berusaha untuk mengkonfirmasi kepada salah satu staff Lion Air tentang kepastian waktu kerangkatan pesawat yang dinaiki tergugat. Tetapi penggugat tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

Berhubung pentingnya acara yang akan diikuti oleh penggugat, maka penggugat terus berusaha mencari informasi melalui petugas counter Lion Air ternyata delay selama 2 jam. Hal ini sesuai dengan dengan surat keterangan (Notice Dealy) pihak tergugat tertanggal 14 Oktober 2011.

Kemudian penggugat menuju ke tempat penjualan tiket Sriwijaya Air, yang counternya masih buka, namun penggugat diminta cepat-cepat untuk membeli tiket, karena 15 menit lagi counter akan tutup. Untuk itu penggugat mencoba untuk mengkonfirmasi kembali kepada manajemen Lion Air dengan maksud agar penggugat dipindahkan menggunakan maskapai penerbangan lainnya.

“Dengan harapan agar tepat tiba di Jakarta karena acara seminar dimulai pukul 19.30,” tegas Sthuti Mandala.

Upaya yang dilakukan penggugat ternyata sia-sia karena tergugat tidak bersedia mencarikan atau mengganti penerbangan penggugat.  Tergugat hanya bersedia me-refund tiket penggugat, sedangkan untuk pindah pesawat menjadi urusan penggugat.

“Karena lama berdebat tidak membuahkan hasil penggugat akhirnya pindah ke Sriwijaya Air namun sayang counternya sudah tutup. Sedangkan maskapai penerbangan yang lain boarding timenya jam 22.00, mundur dari waktu sebelumnya pada pukul 19.15.

“Kondisi  seperti ini tergugat telah beritikad tidak baik dalam melakukan kegiatan usahanya (telah bertentangan dengan ketentuan pasal 7 huruf a Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” ujar pria yang pernah menjadi hakim tersebut.

Tidak itu saja penggugat juga menuding Lion Air telah ingkar janji (wanprestasi) karena peswat milik tergugat akhirnya baru berangkat pada jam 20.40 dan tiba di Jakarta pukul 21.15 sehingga penggugat mengalami kerugian secara materiil sebesar Rp 45 juta.

“Atas keterlambatan itu maka penggugat sebagai moderator dalam seminar itu diganti oleh orang lain,” ungkap Sthuti Mandala.

Selain itu penggugat juga mengalami kerugian immateriil karena penggugat tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari pihak penyelenggara (Tjokro Group) dan secara pasti juga akan berdampak pihak ketiga lainnya padahal penggugat bertindak sebagai mediator sudah selama 4 tahun.

“Penggugat dicap sebagai pembohong dan dikatakan sengaja menggagalkan kegiatan seminar tersebut. Padahal acara itu digagas oleh penggugat, akan tetapi karena pesawat yang penggugat tumpangi (Lion Air) mengalami keterlambatan selama dua jam sehingga penggugat merasa malu dan kecewa. Itu tidak dapat dinilai dengan uang sehingga kami menuntut ganti kerugian immateriil sebesar Rp 11 miliar,” pungkasnya. (Spy)

http://beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/01/12/2011/Hakim-Gugat-Lion-Air-Rp-11-Miliar-/201107020700